Dukung Bakamla, Fadli Zon: Perlu Ada Langkah Strategis untuk Menegakkan Kedaulatan Negara

    Dukung Bakamla, Fadli Zon: Perlu Ada Langkah Strategis untuk Menegakkan Kedaulatan Negara
    Anggota Komisi I DPR RI Fadli Zon

    BATAM - Anggota Komisi I DPR RI Fadli Zon menyoroti temuan Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI di Zona Maritim Barat yang mengungkap adanya offshore yang dibangun oleh Vietnam di wilayah Laut Natuna Utara. Ia menyayangkan karena wilayah yang masih termasuk dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia tersebut justru dieksploitasi dan berusaha diakui oleh pihak asing, bukan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kesejahteraan bangsa.

    “Karena di situ (Laut Natuna Utara) memang di wilayah yang disebut sebagai grey area walaupun itu sebenarnya adalah wilayah zona eksklusif ekonomi kita itu sudah mulai ada offshore dan juga kapal-kapal asing ya kapal Vietnam dan kapal dari China, ” terang Fadli usai menghadiri pertemuan Tim Kunker Reses Komisi I DPR RI dengan Sestama Bakamla RI Laksda TNI S. Irawan, Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Barat, Laksamana Pertama Hadi Pranoto, di Kantor Kamla Zona Maritim Barat, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (16/4/2022).

    DELIKHUKUM.ID
    market.biz.id DELIKHUKUM.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Politisi Partai Gerindra ini menilai perlu ada langkah strategis untuk menegakkan kedaulatan negara di wilayah teritorial Indonesia. Menurutnya, penguatan peran Bakamla RI dan sinergi dengan institusi penjaga keamanan laut lainnya harus menjadi perhatian pemerintah karena jika tidak diperkuat, akan berisiko tinggi terhadap kedaulatan NKRI. Sebab, lanjut Fadli, masalah di wilayah perbatasan tidak hanya terkait eksploitasi kekayaan laut ilegal saja, tetapi juga aktivitas lainnya seperti upaya penyelundupan narkoba jaringan luar negeri ke Indonesia.

    “Nah ini saya kira peran Bakamla menjadi juga penting disamping bekerja sama dengan instansi terkait seperti BNN dalam mengamankan wilayah laut kita, sehingga tidak kemasukkan narkoba yang sangat membahayakan tentu bagi generasi muda kita. Ini kan bagian dari assimetric warfare dan mempunyai nilai ekonomis yang tinggi tetapi merusak bangsa kita, ” tegas Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI itu.

    Fadli mengungkap, jika saat ini sarana dan prasarana milik Bakamla masih kurang memumpuni sehingga dukungan anggaran sangat diperlukan dalam mengoptimalkan kegiatan penjagaan keamanan laut. Beberapa yang menjadi perhatian adalah perlunya Bakamla memiliki peralatan canggih seperti alat early detection dan drone guna mengawasi daerah bersengketa, seperti Laut Natuna Utara. Selain itu, kapal-kapal yang lebih modern dan canggih juga diperlukan Bakamla dalam memperkuat batas wiayah Indonesia dan mencegah upaya penyelundupan barang dari luar negeri.

    “Sarana dan prasarana yang diperlukan seperti (alat) deteksi dini (early detection) kemudian juga mereka memerlukan peralatan-peralatan yang canggih ya. Sebenarnya satelit kita memang sangat dibutuhkan, drone juga sangat dibutuhkan  untuk menjaga laut kita terutama di wilayah yang juga bersengeketa sekarang ini seperti di wilayah Laut China Selatan, ” jelas legislator dapil Jawa Barat V ini. (nap/sf)

    Fadli Zon DPR RI GERINDRA KOMISI I
    Publikjakarta.com

    Publikjakarta.com

    Artikel Sebelumnya

    Nurhadi Minta Peran Maksimal PIK-Remaja...

    Artikel Berikutnya

    Mulyanto Prihatin Cara Kerja Pemerintah...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Agung widodo verified

    Suferi

    Suferi verified

    Postingan Bulan ini: 7

    Postingan Tahun ini: 17

    Registered: May 4, 2021

    Suhendi

    Suhendi verified

    Postingan Bulan ini: 4

    Postingan Tahun ini: 5

    Registered: Apr 25, 2022

    Lukman Hakim

    Lukman Hakim verified

    Postingan Bulan ini: 3

    Postingan Tahun ini: 15

    Registered: Jul 10, 2020

    Wahyudi Arief

    Wahyudi Arief verified

    Postingan Bulan ini: 3

    Postingan Tahun ini: 5

    Registered: Jul 6, 2021

    Profle

    Achmad Sarjono verified

    Munas di Blitar, LGP Dorong PDI-Perjuangan Rekomendasi Ganjar-Puan Maju Capres dan Cawapres
    Tiga Suku Besar di Rendu Butowe Tanggapi Desakan IPW atas Pengakuan Fiksi Theus Bui
    Presiden RI Jokowi: Jangan Ada Tanah Telantar, Tanami Tanaman Pangan
    Saat Launching Buku Loper Koran Jadi Jenderal, Kasad: Keberhasilan Harus Diperjuangkan

    Rekomendasi

    Presiden Jokowi dan PM Modi Bahas Penguatan Kerja Sama Pangan
    Kiprah Letkol Arh. Syarief SB Sulap Yonarhanud 10/ABC Jadi Satuan Modern
    Presiden Jokowi: G7 dan G20 Harus Segera Atasi Krisis Pangan
    Disinyalir Gelapkan Uang Nasabah, Koperasi GACI dan PT FSA Dilaporkan Ke Polda Metro Jaya
    Klaim Kematian Suami Diduga Tidak Dibayar PT PDIL,  Molly Situwanda Minta Keadilan Hukum Kepada Presiden Jokowi 

    Ikuti Kami