Panja Vaksin Nur Nadlifah Pertanyakan Kemampuan Bio Farma Produksi Vaksin Halal

    Panja Vaksin  Nur Nadlifah Pertanyakan Kemampuan Bio Farma Produksi Vaksin Halal
    Anggota Panitia Kerja (Panja) Pengawasan Vaksin Komisi IX DPR RI Nur Nadlifah saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat bersama Bio Farma dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (6/4/ 2022).

     JAKARTA - Anggota Panitia Kerja (Panja) Pengawasan Vaksin Komisi IX DPR RI Nur Nadlifah mempertanyakan kemampuan PT Bio Farma memproduksi vaksin halal jenis Sinovac. Ia menegaskan bahwa vaksin Sinovac sudah mendapatkan fatwa halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Namun, kebijakan Kementerian Kesehatan tidak memasukkan vaksin Sinovac untuk vaksinasi lanjutan atau booster.

    “Terkait dengan stok vaksin Sinovac, sebenarnya berapa kemampuan Bio Farma untuk memproduksi vaksin Sinovac. Vaksin booster saat ini semuanya belum disediakan vaksin halal, kami mau tahu alasanya kenapa pak, karena kita tahu mayoritas masyarakat Indonesia adalah muslim, " kata Nadhifah dalam RDP bersama Bio Farma dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (6/4/ 2022). 

    WARTAKESEHATAN.CO.ID
    market.biz.id WARTAKESEHATAN.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Nadlifah mendapat informasi alasan Kementerian Kesehatan tidak memasukkan vaksin Sinovac sebagai vaksin booster karena produksinya terbatas, karena Vaksin Sinovac hanya untuk vaksinasi anak-anak usia 6-11 tahun. "Kenapa produksinya tidak ditambah? Sehingga booster ini ada pilihan vaksin halalnya. Berapa kali saya ulang karena mayoritas masyarakat Indonesia itu muslim. Dosa kalau tidak menyediakan vaksin halal, " ungkapnya. 

    Politisi PKB itu mengingatkan kondisi saat ini sudah berbeda ketika gelombang varian delta tahun kemarin. Saat itu masih kondisi darurat sehingga vaksin yang tidak mendapatkan fatwa halal pun boleh digunakan. "Akan tetapi, hari ini tidak. Maka, dosa pemerintah jika tidak menggunakan vaksin yang sudah mendapatkan fatwa halal. Ini saya ingatkan sebagai sesama muslim, kita sediakan agar masyarakat memilih, kalau ternyata masyarakat tidak memilih itu, sudah urusannya, " kata Nadlifah menegaskan. 

    Terkait dengan kemampuan produksi vaksin, Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir mengklaim bahwa kapasitas produksi khusus vaksin Covid-19 sebanyak 250 juta dosis per tahun. (rnm/sf)

    Nur Nadlifah DPR RI KOMII IX PKB
    Publikjakarta.com

    Publikjakarta.com

    Artikel Sebelumnya

    Bahas Vaksin Kedaluwarsa, Sri Meliyana Ingatkan...

    Artikel Berikutnya

    Mulyanto Prihatin Cara Kerja Pemerintah...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Agung widodo verified

    Suferi

    Suferi verified

    Postingan Bulan ini: 5

    Postingan Tahun ini: 15

    Registered: May 4, 2021

    Suhendi

    Suhendi verified

    Postingan Bulan ini: 4

    Postingan Tahun ini: 5

    Registered: Apr 25, 2022

    Lukman Hakim

    Lukman Hakim verified

    Postingan Bulan ini: 3

    Postingan Tahun ini: 15

    Registered: Jul 10, 2020

    Wahyudi Arief

    Wahyudi Arief verified

    Postingan Bulan ini: 3

    Postingan Tahun ini: 5

    Registered: Jul 6, 2021

    Profle

    Achmad Sarjono verified

    Tiga Suku Besar di Rendu Butowe Tanggapi Desakan IPW atas Pengakuan Fiksi Theus Bui
    Munas di Blitar, LGP Dorong PDI-Perjuangan Rekomendasi Ganjar-Puan Maju Capres dan Cawapres
    Presiden RI Jokowi: Jangan Ada Tanah Telantar, Tanami Tanaman Pangan
    Saat Launching Buku Loper Koran Jadi Jenderal, Kasad: Keberhasilan Harus Diperjuangkan

    Rekomendasi

    Lawatan Presiden Jokowi ke Luar Negeri Bawa Misi Perdamaian ke Ukraina dan Rusia
    Tutup MXGP Indonesia, Ketum IMI Bamsoet Serahkan Trophy Juara MXGP Samota Kepada Tim Gajser Slovenia
    Andi Iwan Darmawan Aras: Perlu Optimalisasi DAS Pangkajene di Tahun 2023
    Anwar Hafid Berharap Pemerintah Jalankan Putusan MK Terkait Pengisian Pejabat Sementara Kepala Daerah
    Pemberian Gaji Ke 13 Dorong Pemulihan Ekonomi  

    Ikuti Kami